Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), tawasul merupakan bagian integral dari praktik keberagamaan yang bertujuan untuk menghidupkan sunnah dan menghormati Auliya Allah. Landasan utamanya adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Maidah ayat 35:
Yaitu memohon kepada Allah dengan memanfaatkan kedudukan dan kemuliaan Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan pada riwayat sahabat Utsman bin Hunain, di mana seorang buta memohon kesembuhan dengan wasilah Nabi SAW ( Tawassul ).